Jumat, 20 Juni 2014

Menulis cerpen

Cerpen – cerita pendek. Ya benar, cerpen adalah sebuah karangan bebas biasanya memuat cerita fiksi baik itu fiksi penuh maupun semifiksi. Cerpen merupakan salah satu karya tulis yang banyak diminati masyarakat karena umumnya ceritanya yang singkat, ringan, namun menghibur. Kebanyakan cerpen memang dianjurkan untuk ditulis dalam format yang tidak terlalu panjang. Nah begitu membicarakan tentang format panjang naskah, maka timbul pertanyaan, “Seberapa panjang atau pendek kah sebuah naskah bisa disebut cerita pendek?”. Pertanyaan tersebut selalu mengemuka tatkala para penulis pemula seperti aku ini hendak menulis sebuah cerita pendek atau cerpen. Aku pernah membaca cerpen yang baik ditulis tidak kurang dari 1.000 kata dan sebanyak-banyaknya 10.000 kata.

Meskipun ada definisi batas seperti itu, aku pernah juga menemukan naskah cerpen yang dimuat di blog cerpen yang cukup ramai dikunjungi para cerpenis Indonesia. Dalam blog tersebut dimuat sebuah cerpen yang panjangnya tidak lebih dari 300 kata saja. Ini sangatlah pendek untuk sebuah cerita. Aku sendiri bahkan tidak mengerti apakah yang bisa aku tulis hanya dengan sekian ratus kata yang singkat itu. Meskipun blog tersebut memberi batasan naskah cerpen yang dikirim setidaknya memuat panjang 1.000 kata, naskah cerpen 300-an kata itu pun tetap dimuat dengan alasan memberi wadah bagi penulis pemula untuk menuangkan kreativitas dan belajar menulis untuk menjadi lebih baik di hari depan. Aku sendiri merasa salut dengan blog tersebut yang mewadahi kreativitas menulis generasi muda bangsa. Bagus sekali. Namun untuk cerpen dengan panjang naskah hanya 300-an halaman rasanya sangat aneh untuk disebut sebagai sebuah cerita pendek alias cerpen.

Aku sendiri dalam menulis cerpen selalu menaruh target untuk setidaknya berhasil menembus angka kisaran 1.000 kata untuk setiap judul cerpen yang aku tulis. Eits!!! Bukan berarti dengan menargetkan untuk mencapai panjang naskah sekian lantas membuat kita meninggalkan aspek kualitas dari naskah cerpen kita lho yah. Yang jelas itu melatih kita untuk bisa menulis sebuah naskah cerpen yang berkualitas dengan panjang cerita yang layak untuk dibaca oleh pembaca kita.

Aku pernah suatu kali menuliis cerpen dengan panjang sekitar hampir 2.000 kata. Seorang teman bersedia menjadi pembaca yang baik untukku. Singkat cerita, aku memberikan naskah cerpenku kepadanya untuk mendapatkan tanggapan mengenai gaya menulisku. Luar biasa! Di luar dugaanku, ternyata begini komentar temanku menanggapi cerpenku, “Wah ceritanya bagus. Enak diikuti. Tapi sayang kok terlalu pendek.” Terlalu pendek katanya. Sudah 2.000 kata saja untuk ukuran cerpen masih dipandang terlalu pendek. Sejak itu aku mencari referensi lain mengenai panjang ideal “cerpen menarik” untuk dibaca. Seelah browsing sana-sini, akhirnya aku mendapatkan sebuah pernyataan dari salah satu cerpenis terkenal di Indonesia yang berkata, “Cerpen yang menarik setidaknya ditulis dalam 7.000 kata.”. Wao?! Benar-benar sebuah gebrakan baru bukan? 7.000 kata itu tidak mudah lho kawan! Kalau kawan tidak percaya coba saja untuk menulis sebuah cerpen dengan panjang 7.000 kata. Namun aku telah berhasil mencobanya dan aku berhasil menulis naskah cerpen dengan panjang 7.000 kata lebih sedikit. Menurut pengalamanku yang satu ini, menulis cerpen sepanjang 7.000 itu sangat melelahkan juga lho. Tapi langkah untuk menjadi seorang penulis profesional dimulai dari penderitaan menulis kata demi kata dengan cap sebagai penulis pemula alias amatir. Ini dialami oleh semua penulis profesional yang sekarang namanya telah tenar dan tulisannya laku di toko buku seantero Indonesia.

Nah demikian pembahasan mengenai menulis cerpen. Pada intinya menulis sebuah cerpen yang menarik untuk dibaca seharusnya berkisar antara 1.000 sampai 7.000 kata. Kurang dari 1.000 kata maka akan membuat pembaca merasa jangal bahwa ceritanya seperti tiba-tiba habis padahal terasa seperti belum dimulai. Sedangkan jika terlalu banyak, lebih panjang dari 7.000 kata, selain melelahkan untuk penulis, juga memberikan efek melayang bagi pembaca karena naskah sepanjang itu akan lebih mirip penggalan naskah novel.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar