Istilah setting sudah sangat akrab terdengar di telinga kita tatkala kita membicarakan sebuah karya sastra, dalam hal ini adalah novel. Seperti yang kita tahu, setting merupakan gambaran yang menjadi latar belakang terjadinya suatu cerita. Setting bisa berupa tempat, waktu, keadaan, dan suasana. Dengan demikian setting menjadi salah satu elemen yang mempunyai kedudukan sangat penting dalam menciptakan alur cerita. Bagaimana kita menjaga kesinambungan suatu cerita dapat diwujudkan dalam pemilihan setting dengan tepat.
Dalam menulis naskah novel, umumnya seorang penulis akan menggunakan setting fiksi ataupun semifiksi. Kedua jenis setting tesebut mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jenis pemakaian setting yang pertama adalah setting fiksi; yaitu tipe setting yang digunakan berdasarkan pencitraan fiktif murni dari penulisnya. Misalnya saja penggambaran tentang lokasi ataupun suasana dan kejadian alamnya benar-benar fiktif, hampir tidak mungkin atau jarang bisa dilihat di dunia nyata. Kalau dari tempatnya sendiri mungkin memang benar-benar fiktif, artinya kita tidak bisa menjumpai tempat yang menjadi setting ditulisnya naskah novel tersebut dalam dunia nyata.