Tampilkan postingan dengan label ide. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ide. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Juni 2014

Menulis kreatif

Kali ini aku belajar sesuatu yang menarik berkaitan dengan “menulis kreatif”. Meskipun kebanyakan dari kita, termasuk aku sendiri, akan berkata “Ah, menulis kreatif ya jelas menulis dengan tidak monoton. Banyak disisipi alur-alur cerita yang jungkir balik misal. Sehingga dapat ‘menggaet’ minat baca para pembaca.”. Pandangan tersebut tentulah tidak salah. Memang secara kasarnya demikianlah menulis kreatif. Artinya kita mampu membuat rangkaian kalimat yang berdaya untuk memikat minat pembaca. Namun, apakah yang menjadi penting dengan terminasi “menulis kreatif” ini? Untuk menjawab pertanyaan sederhana ini, kita agaknya perlu berdiskusi mengenai beberapa penjabaran berikut ini.

Menulis kreatif memang singkat dalam ungkapan. Hanya dua kata. Secara gamblang bisa juga dijelaskan seperti sebelumnya. Namun berpindah dari sekedar penjabaran singkat terminasi, sebagai penulis atau setidaknya calon penulis, maka kita perlu tahu seluk beluk mengenai topik yang satu ini. Terminasi menulis kreatif bagi para penulis tentu mempunyai kekuatan daya tarik untuk dieksplorasi lebih dalam. Setidaknya ada tiga aspek yang menjadi perhatianku sebagai seorang calon penulis hebat. Aspek tersebut adalah: 1) daya tarik, 2) kepadatan, dan 3) originalitas karya tulis. Nah sekarang setelah diuraikan menjadi tiga sub aspek maka artikel ini pun menjadi semakin menarik untuk dibaca. Penjabaran masing-masing sub aspek ini akan kita perdalam dalam paragraf-paragraf berikut ini.